sss
Diskusi ba’da Isyak di Masjid Al Muchtar

Jika pernah belajar bahasa jawa dalam bab Kereta Basa, kita pasti ingat bagaimana orang jawa mengotak-atik kata. Sebagaimana kata Ngaji, yang dalam Kereta Basa istilah NGAJI diartikan sebagai Ngatur Jiwo. Namun karena itu hanya tuladha alias contoh, bisa saja kata Ngaji ini dirombak kembali. Seperti yang dilakukan sekumpulan mahasiswa ISI Yogyakarta yang membuat sebuah forum religi dan budaya dengan nama NGAJI atau Ngasah Jiwo.

Mungkin sudah jamaknya jika saya merasa senang dan gembira atas terbentuknya forum seperti ini. Terlebih, saya ikut menjadi saksi atas lahirnya NGAJI. Meski sejujurnya bukan soal itu saja yang membuat saya semangat empat lima seperti ini. Menurut saya, forum seperti ini memang seharusnya ada dan kita punya semacam tugas untuk membudayakan.
Diinisiasi oleh Atsagav Alwy, Forum Ngaji ISI Yogyakarta ini mulai dibentuk sejak 28 Februari 2017 M/ 25 Jumadil Akhir 1438 H. Tanggal itu pun sepakat dijadikan sebagai hari lahirnya FORUM NGAJI.
Hari ini, logo Forum Ngaji ISI Yogyakarta telah resmi dilaunching oleh beberapa kawan forum. Adalah Irsyad, Zuk dan Qowiyul yang berdiskusi semalaman untuk membuat tanda atau logo bagi Forum ini. Berdasarkan usulan dari beberapa kawan pula, akhirnya huruf pegon NGAJI yang membentuk sebuah tetesan air dengan diselipkannya kepala wayang Arjuna pada huruf ‘ain tersebut disepakati dan diamini oleh seluruh pengurus.
Sebagai bayi yang baru saja lahir, cita-cita Forum Ngaji tak seperti pungguk merindukan bulan. Seperti yang disampaikan ketua Forum Ngaji, Atsagav Alwi: “Yang penting insya Allah bisa istiqomah. Sementara ini yang menjadi agenda wajib dan rutin adalah Yasinan dan Tahlilan selepas maghrib.”
Usai Yasinan dan Tahlilan bersama jama’ah, forum NGAJI ini kemudian melanjutkan agenda malam; Ngaji bersama tokoh yang diundang untuk bersama-sama mengkaji dan mengaji sebuah tema tertentu. Pada gelaran NGAJI pertama, yang menjadi pembicara adalah Tokoh budayawan Jogja, Jadul Maula. Beliau mengulas tema Wali Songo dan ajaran-ajarannya. “Alhamdulillah, banyak jama’ah yang antusias dengan tema ini. Beberapa kawan juga banyak yang angkat tangan untuk bertanya langsung kepada Pak Jadul persoalan apapun.” Ujar Atsagav Alwi, Mahasiswa Seni Rupa selaku ketua Forum Ngaji saat saya temui di sebuah kedai kopi. Pembicara kedua adalah Ust. Miftahulhaq, seorang dosen Agama Kedokteran Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang membawakan tema “Sehat Ritual, Sehat Sosial”.
Kedua diskusi itupun menurut salah satu jama’ah dirasakan begitu bermanfaat bagi mahasiswa. Sebab keduanya membahas sesuatu yang selama ini tidak diajarkan di kampus atau mata kuliah (khususnya) agama. Hal ini membuat saya dan kawan-kawan tentu berharap agar terus ada bagaimanapun caranya. Zuk atau Marzuki, seorang mahasiswa seni rupa yang juga memimpin Yasin dan Tahlil secara bergantian mengutarakan sebuah harapan kecilnya; “Harapan saya, bisa menjadi media pembelajaran, dan mempererat persaudaraan sesama muslim yang berasas al-Quran, hadits, salafusholih, dan pancasila serta mengkaji dan menggali seni-tradisi-budaya yang telah ada.”
Benar, selain memperkuat tali silaturahmi dengan ilmu tentu manfaat lain adalah kebaikan dalam memakmurkan masjid kampus. Sebab segala kegiatan Forum NGAJI ini diselenggarakan di Masjid Al Mukhtar (Masjid ISI Yogyakarta).
Catatan kecil ini hanyalah upaya saya mengenalkan sekaligus memelihara pengalaman saya. Besar keinginan saya pribadi untuk kawan-kawan yang belum bergabung dalam wadah ilmu ini, segera menghubungi beberapa kawan yang sering di Masjid Al Mukhtar.
Salam, seniman beriman!
Sewon, 13 Maret 2017
Alfin Rizal
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s