Oleh : Atsagav Alwi

Sayang, kita telah pergi jauh.

Jauh dari jahiliyah yang terkutuk.
Jauh dari zaman terbaik yang pernah ada.
Kita selalu melangkah ke depan.
Menjauh dari embun pagi dan terang halilintar yang membelah malam.

Sayang, kita seringkali merasa lelah.
Lelah berdosa dan berdoa.
Lelah berdiskusi dengan budaya yang liar.
Sering juga lelah menjadi hamba yang tak berdaya.

Kita bersama menuju sorga.
Dengan peci hitam maupun sorban.
Dengan kemeja batik maupun gamis.
Kita sama-sama mengendarai budaya.
Harusnya kita doakan juga para penjahit dan pemintal kain.

Sayang, waktu terus berputar.
Mari kembali pada diri sendiri saja, karena masa lalu hanya ada di dalam buku, yang membutuhkan nurani untuk memahami.
Mari kembali pada kemanusiaan, yang menjadikan aksara berbunga makna.
Karena tugas kita hanyalah membaca tanda-tanda.
Tugas sebagai hamba yang hina dan tercipta berbeda-beda.

Sewon, April 2017
– Atsagav Alwi –

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s