zukOleh : Marzuki (Lukis 2016)

“Jangan kamu belajar pada ahli matematika jika dia tidak bisa menyatakan bahwa Allah itu satu, jangan kamu belajar pada ahli bahasa jika dia tidak menyatakan bahwa Allah maha berfirman…”

MALAM itu acara diskusi yg diadakan oleh Forum Ngasah Jiwo menginjak pada malam Jum’at yang ke-6, dengan “Peran Seniman Dalam Penyebaran Agama Islam” sebagai topiknya. Istiqomah, dengan peserta diskusi dan camilan yang konsisten gitu-gitu aja.

Bukan hanya haus ilmu, malam ini lapar dan haus minum pun menjadi teman diskusiku. Secangkir kopi yang kembali kuisi untuk kedua kali serta sepiring sajen berbentuk gorengan yang ludes di atas piring sudah menjadi bukti atas kehausan dan kelapasanku.

Tanpa sungkan ku hampiri Abror, sang juru konsumsi. Tujuan utamanya untuk menambah camilan di atas piringku. Setelah piringku penuh akan camilan, aku duduk di tempat semula. Namun selang beberapa menit Abror maju kedepan dengan gagahnya merebut microphone islami dari tangan sang moderator, aku prediksi pasti hanya menanyakan: “camilannya cukup ndak boss?” atawa “kopinya encer ndak bossque?”. Ternyata dugaan akunya salah jhe. Justru pertanyaan Abror cukup serius, sederhana tapi gawat.

“Apakah Sekolah sekuler itu menuju kesesatan? Karena pada kenyataannya di kampus kita tercinta ini Mata kuliah Agama cuma 2 sks!” ujarnya dengan semangat berapi-api, kayak orasi mo demo, maklum dah kenyang.

Aku kunyah pertanyaan itu bebarengan dengan camilan yang dikasih Abror, aku kira pertanyaan ini lahir dari pemahaman tetangga sebelah lewat selebaran saktinya soal pendidikan sekuler, yang didalamnya mengatakan “Dunia pendidikan yang cenderung kepada sekulerisme kian lama kian mencerabut fitrah Tauhid berikut norma-norma Islam dari kehidupan sehari-hari”.

Jawaban dari Gus Faishal selaku narasumber pada malam itu sungguh menarik untuk pertanyaan Abror. Akan aku coba jelaskan jawaban beliau menggunakan analogika dan bahasaku.
Ilmu di ibaratkan makanan, dan makan adalah fitrah manusia. Manusia memerlukan makan karena manusia memerlukan tenaga dan mempunyai alat pencernaan. Begitu juga manusia memerlukan ilmu karena manusia membutuhkan pengetahuan dan mempunyai akal . Sesuai dengan apa yang ditulis Syaikh az-Zarnuji pada kitab Ta’lim Muta’alimnya; syarat pencari ilmu salah satunya adalah kudu berakal. Jika ga punya akal, ya ga akan bisa mencerna ilmu. Jika ga punya alat pencernaan, ya ga akan bisa mencerna makanan.

Mengapa aku meng-analogikan dengan makanan? Karena Abror, yang bertanya tentang sekuler tadi adalah Juru Konsumi. Disini, konsumsi adalah kunci!

Dalam Ta’lim Muta’alim juga, Syaikh az-Zarnuji menukil hadist nabi “tholabul ilma faridhoh ala kullil muslimin wal muslimat” , mencari ilmu adah kewajiban bagi cewek dan cowok yang muslim. Dijelaskan pula bahwa ilmu yg wajib dan utama kita cari adalah ilmu hal, alias ilmu yang kita butuhkan saat ini.

Jika kita masih belum bisa mengenal Tuhan secara teori, kita di wajibkan untuk menggali informasi. Jika kita masi belom bisa sholat, kita di wajibkan untuk belajar. Selain itu adalah sunnah kita pelajari, bahkan seorang Guru pernah mengatakan bahwa mempelajari ilmu santet bisa sunnah, asalkan kita mempelajarinya untuk terhindar dari santet itu tersendiri.

Aku sedikit ingat perkataan Gus Faishal yang mengutip perkataan salah seorang ulama salaf, “Jangan kamu belajar pada ahli matematika jika dia tidak bisa menyatakan bahwa Allah itu satu, jangan kamu belajar pada ahli bahasa jika dia tidak menyatakan bahwa Allah maha berfirman…”.
Kesimpulannya, mari kita kembali kepada makanan tadi, yang pada akhirnya untuk apa tenaga yg di hasilkan oleh makanan tersebut, apakah untuk mengabdi pada Tuhan, atau hanya sekedar nafsu. Jika kalian seniman yang rupawan alias seniman rupa, untuk apa kalian berkarya dan sekolah seni, apakah untuk dakwah islam atau hanya untuk mengekspresikan jiwa. Lalu bagaimana jika merupa untuk mengekspresikan jiwa yg tujuannya agar laku, dan hasilnya buat dakwah ? Kita tanyakan saja pada Abror yg bergoyang!

[editor: Alfin Rizal]⁠⁠⁠⁠

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s