Zuki : “ISI Bukan Institut Syari’at Islam”

zukOleh : Marzuki (Lukis 2016)

“Jangan kamu belajar pada ahli matematika jika dia tidak bisa menyatakan bahwa Allah itu satu, jangan kamu belajar pada ahli bahasa jika dia tidak menyatakan bahwa Allah maha berfirman…”

MALAM itu acara diskusi yg diadakan oleh Forum Ngasah Jiwo menginjak pada malam Jum’at yang ke-6, dengan “Peran Seniman Dalam Penyebaran Agama Islam” sebagai topiknya. Istiqomah, dengan peserta diskusi dan camilan yang konsisten gitu-gitu aja.

Bukan hanya haus ilmu, malam ini lapar dan haus minum pun menjadi teman diskusiku. Secangkir kopi yang kembali kuisi untuk kedua kali serta sepiring sajen berbentuk gorengan yang ludes di atas piring sudah menjadi bukti atas kehausan dan kelapasanku.

Continue reading “Zuki : “ISI Bukan Institut Syari’at Islam””

Advertisements

MEMBACA PELANGI IDEOLOGI

Ngasah Jiwo [ Forum Ngasah Jiwo ISI Yogyakarta]
Kamis, 13 April 2017 | 20.00 WIB | Masjid Al Muchtar ISI Yogyakarta

WhatsApp Image 2017-04-09 at 17.49.29Memasuki pagelaran ke 7 diskusi Forum Ngasah Jiwo yang rutin diadakan setiap kamis malam di Masjid Al Muhtar ISI Yogyakarta, kali ini pembicara yang dihadirkan adalah Gus Irwan Masduki, Lc. M.Hum. Beliau adalah pengasuh PP Assalafy Mlangi.

Mengusung tema “Membaca Pelangi Ideologi”, Gus Irwan yang pernah mengenyam pendidikan di timur tengah akan memaparkan peta konflik politik-religi lengkap beserta ideologi yang bermain di dalamnya. Tentu saja hal ini ditujukan agar mahasiswa memahami peta konflik dalam dan luar negeri yang dewasa ini memenuhi beranda medsos. Sehingga mahasiswa bisa menyikapi secara tepat dalam berfikir maupun bertindak.

Pelangi Ideologi mulai dari kiri ke kanan, puritan ke reformis, hingga munculnya wacana post truth tidak hanya berkembang di kalangan mahasiswa saja. Penelitian yang dilakukan Badan Litbang Agama Semarang maret 2017 menemukan adanya bibit radikalisme di beberapa SMA favorit hingga mencapai angka 10% di jawa tengah.

Hal ini tentunya menjadi keprihatinan tersendiri mengingat ideologi yang harusnya menjadi pendukung kemanusiaan sekarang malah menjadi ancaman bagi kemanusiaan itu sendiri. Mahasiswa sebagai pilar belia bangsa seharusnya bisa mengambil pelajaran atas apa yang terjadi di Aleppo. Penyebarannya pun tidak terkendali, berbagai macam ruang sudah terjangkit mulai dari media sosial hingga organisasi Rohis SMA.

Perbedaan adalah kekayaan, jika ideologi bisa bersanding harmonis layaknya pelangi. Yang menjadi semuanya memburuk adalah ketidakdewasaan dalam menerima perbedaan. Ini menjadi tanggung jawab bersama untuk membuka pikiran, menelisik lebih dalam, tafakur, dan memahami batas tipis antara berjuang atau terobsesi.

Forum Ngasah Jiwo ISI Yogyakarta, mengundang semua yang berkenan membuka pikiran dan berdialog sehat untuk hadir dalam diskusi terbuka “Membaca Pelangi Ideologi”. Terbuka untuk pelajar maupun masyarakat umum, gratis, dan bonus kopi.

Kehadiran anda adalah secercah harapan menuju Indonesia yang lebih berwarna.
Forum NgaJi

[Review]: Ngasah Jiwo Semoga Istiqomah

Oleh : Marzuki

Gerimis sejak sore hingga saat ini tak henti-hentinya mengguyuri tanah Sewon. Kendati demikian Yasiin, Tahlil, serta Diskusi rutin yg diadakan oleh Forum NGAJI (Ngasah Jiwo) ISI YK Alhamdulillah masih di beri keistiqomahan untuk mengaji serta mengkaji ilmu kehidupan. Dr. Nur Iswantoro selaku pembicara menyampaikan banyak hal soal “Santun Dalam Intelektual”. Diskusi di akhiri pada pukul 22.30, namun evaluasi dan ngobrol ringan terus berlanjut hingga pukul 02.30.

Caki Arok, Mahasiswa Abadi yg masih memegang jabatan BEM Institut sekaligus Pengurus Forum NGAJI bercerita banyak hal soal cikal bakal berdirinya Masjid Al-Muhtar ISI Yogyakarta yang saat ini sudah mulai di hilangkan, salah satunya tentang Mahasiswa yg Demo mendesak untuk di berdirikannya Masjid Kampus, seperti Om Stefan Buana II , Om Bob Yudhita Agung, dll.
Selain itu Caki Arok dengan sok bijaknya kembali mengingatkan “jangan sampai adanya Ngasah Jiwo ini prestasi dan produktifitas berkarya kalian semakin menurun”.
Tabik!

*Meminjam caption Alfin Rizal untuk foto ini

qqq
Alfin Rizal ;” Tak ada yang lebih santun dari segelas kopi, sepiring camilan dan sekelompok anak Adam yang merindu taman syurga serta ridho Tuhannya”

 

Marzuki – Mahasiswa Seni Lukis ISI Yogyakarta 2016

[Review] Ngaji: Santun dalam Intelektual

ngajii
Sumber: Zuk (Forum Ngaji)

Sayup-sayup terdengar lantunan rindu atap masjid Al-Muhtar ISI Yogyakarta dikecup manja pasukan gerimis ba’da isya. Sekelompok mahasiswa  duduk melingkar di teras sembari tangan mencomot gorengan dan snack yang disajikan pengurus Forum NGAJI (Ngasah Jiwo). Malam jum’at yang dingin bagi para bujangan, tampak hangat di masjid Al-Muhtar kala itu. Bagaimana tidak? Mahasiswa/i  yang malam itu menembus hujan demi menimba ilmu dan tafakur berjamaah tampak begitu polos, cengar-cengir sambil menyuap keripik kentang  dihadapan mereka serupa makan nasi. Sesekali ada yang tersedak lalu secepat kilat meneguk  kopi panas terdekat, kemudian monyong-monyong kepanasan sendiri.

Continue reading “[Review] Ngaji: Santun dalam Intelektual”

Ngasah Jiwo di Kampus Seni

sss
Diskusi ba’da Isyak di Masjid Al Muchtar

Jika pernah belajar bahasa jawa dalam bab Kereta Basa, kita pasti ingat bagaimana orang jawa mengotak-atik kata. Sebagaimana kata Ngaji, yang dalam Kereta Basa istilah NGAJI diartikan sebagai Ngatur Jiwo. Namun karena itu hanya tuladha alias contoh, bisa saja kata Ngaji ini dirombak kembali. Seperti yang dilakukan sekumpulan mahasiswa ISI Yogyakarta yang membuat sebuah forum religi dan budaya dengan nama NGAJI atau Ngasah Jiwo.

Continue reading “Ngasah Jiwo di Kampus Seni”