[Review]: Ngasah Jiwo Semoga Istiqomah

Oleh : Marzuki

Gerimis sejak sore hingga saat ini tak henti-hentinya mengguyuri tanah Sewon. Kendati demikian Yasiin, Tahlil, serta Diskusi rutin yg diadakan oleh Forum NGAJI (Ngasah Jiwo) ISI YK Alhamdulillah masih di beri keistiqomahan untuk mengaji serta mengkaji ilmu kehidupan. Dr. Nur Iswantoro selaku pembicara menyampaikan banyak hal soal “Santun Dalam Intelektual”. Diskusi di akhiri pada pukul 22.30, namun evaluasi dan ngobrol ringan terus berlanjut hingga pukul 02.30.

Caki Arok, Mahasiswa Abadi yg masih memegang jabatan BEM Institut sekaligus Pengurus Forum NGAJI bercerita banyak hal soal cikal bakal berdirinya Masjid Al-Muhtar ISI Yogyakarta yang saat ini sudah mulai di hilangkan, salah satunya tentang Mahasiswa yg Demo mendesak untuk di berdirikannya Masjid Kampus, seperti Om Stefan Buana II , Om Bob Yudhita Agung, dll.
Selain itu Caki Arok dengan sok bijaknya kembali mengingatkan “jangan sampai adanya Ngasah Jiwo ini prestasi dan produktifitas berkarya kalian semakin menurun”.
Tabik!

*Meminjam caption Alfin Rizal untuk foto ini

qqq
Alfin Rizal ;” Tak ada yang lebih santun dari segelas kopi, sepiring camilan dan sekelompok anak Adam yang merindu taman syurga serta ridho Tuhannya”

 

Marzuki – Mahasiswa Seni Lukis ISI Yogyakarta 2016

Ngasah Jiwo di Kampus Seni

sss
Diskusi ba’da Isyak di Masjid Al Muchtar

Jika pernah belajar bahasa jawa dalam bab Kereta Basa, kita pasti ingat bagaimana orang jawa mengotak-atik kata. Sebagaimana kata Ngaji, yang dalam Kereta Basa istilah NGAJI diartikan sebagai Ngatur Jiwo. Namun karena itu hanya tuladha alias contoh, bisa saja kata Ngaji ini dirombak kembali. Seperti yang dilakukan sekumpulan mahasiswa ISI Yogyakarta yang membuat sebuah forum religi dan budaya dengan nama NGAJI atau Ngasah Jiwo.

Continue reading “Ngasah Jiwo di Kampus Seni”